Jelang Setahun Banjir, SDIT Gelar Pelatihan Pengurangan Resiko Bencana

Spread the love

Siapa yang mau jatuh dilobang yang sama? Tentu semua orang akan tidak mau. Jatuh itu sakit. Apalagi yang kedua.

Hanya keledai yang dianggap mau jatuh dilobang yang sama oleh para pujangga pribahasa. Padahal jika keledai paham bahasa manusia. Pasti ia akan menjawab: ”Gue mah ogah” saat ditanya kesediannya untuk jatuh yang kedua.

Pertanyaannya, siapa yang jatuh? Kapan? Mengapa?

Jawaban pertanyaan nomor 1: SDIT Ar Rahmah. Jawaban pertanyaan nomor 2: tanggal 27-28 November 2018. Jawaban pertanyaan nomor 3: karena banjir.

Menyadari hal ini, dengan menggandeng BPBD, SDIT Ar Rahmah berikan edukasi kepada para gurunya. Mewujudkan sekolah siaga bencana merupakan komitmen manajemen SDIT Ar Rahmah Pacitan. Seperti diketahui bersama bencana banjir yang menimpa Pacitan menjelang akhir 2017 memunculkan kekhawatiran bagi seluruh wali siswa, tidak terkecuali bagi SDIT Ar rahmah Pacitan menjawab kekhawatiran tersebut manajemen sekolah dengan didampingi Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan menyelenggarakan sosialisasi dan simulasi penanganan bencana di lingkungan sekolah.

Dianita, Kasi Kesiapsiagaan Kantor BPBD Kab. Pacitan mengatakan “Bagian dari antisipasi jatuhnya kerugian yang lebih besar sudah sewajarnya pihak sekolah memiliki manajemen pengurangan resiko bencana”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *