Menilik Perpustakaan SDIT Ar Rahmah yang Sempat Terendam Banjir

Spread the love

Setahun sudah berlalu. Bencana banjir yang terjadi akhir November tahun 2017 lalu. Menyisakan cerita pilu.

Ratusan buku yang tersusun di rak. Terendam banjir. Menjadi lembek. Tak bisa dibaca. Dan bau. Padahal, buku itu menjadi sumber belajar dari 600-an siswa SDIT Ar Rahmah Pacitan.

Beragam cara dilakukan oleh sekolah. Upaya untuk mengembalikan perpustakaan seperti sedia kala tidaklah mudah. Butuh waktu. Menguras tenaga.

Kini, perpustakaan yang dulunya berkubang lumpur. Sudah kembali teratur. Rak bukunya kembali berdiri gagah. Menggendong buku-buku baru. Yang kaya akan ilmu.

Anak-anak sudah bisa memilih buku sesuka hatinya. Sudah bisa duduk lesehan lagi. Di dalam perpustakaan. Sembari menerapkan filosofi ayat yang pertama kali turun. Perintah untuk iqro’. Bacalah!

”Alhamdulillah. Kondisi perpustakaan sudah seperti sedia kala”, ungkap Sogiran, kepala SDIT Ar Rahmah.

Kemampuan sekolah untuk memanfaatkan jejaring membuahkan hasil. Bantuan koleksi perpustakaan berdatangan. Tanpa ada embel-embel. Hibah yang tidak mengikat.
Berbagai sekolah yang tergabung dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu turut membantu.

Pun dengan Komite Sekolah. Ada alokasi spesial ditahun ini untuk recovery perpustakaan. Dana dari para anggota komite yang terdiri dari wali siswa.

Yayasan Ar Rahmah pun demikian. Tidak diam. Ikut menganggarkan. Ibarat pepatah: mati anak berkalang bapak, mati bapak berkalang anak. Anak dan bapak wajib tolong-menolong. SDIT sebagai anaknya. Yayasan sebagai bapaknya.

Penasaran? Sila tiliklah perpustakaan kami!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *